Deskripsi
Untuk Bunda yang Sedang Merasa "Sesak" di Tengah Lelahnya Pengasuhan 🌷
Pernahkah Bunda merasa peran sebagai ibu hadir begitu cepat, hampir tanpa jeda untuk menarik napas?
Dari yang dulu hanya perlu mengurus diri sendiri, kini harus berjibaku dengan cucian yang tak habis-habis, tangisan bayi di tengah malam, hingga berbagai kecemasan tentang masa depan anak.
Rasanya, amanah ini bertambah berkali-kali lipat dalam waktu yang singkat.
Namun di sisi lain, kita juga melihat ada perempuan yang ujiannya terasa lebih berat—ekonominya lebih sulit, fisiknya lebih lelah, tantangannya lebih besar—tetapi ia tetap tampak tenang dan lapang.
Mengapa bisa demikian?
Bunda, mungkin jawabannya bukan terletak pada berat-ringannya ujian.
Ada perbedaan antara hardship dan syaqā' ✨
Hardship adalah tantangan eksternal. Ia merupakan kesulitan hidup yang pasti dialami setiap manusia. Kurang tidur, kelelahan mengurus anak, masalah ekonomi, konflik rumah tangga, dan berbagai ujian lainnya adalah bagian dari sunnatullah kehidupan.
Namun syaqā' merupakan kondisi internal. Ia adalah kegelisahan, keresahan, dan sempitnya dada yang membuat seseorang kehilangan ketenangan batin.
Kesulitan hidup mungkin tidak bisa dihindari. Tetapi kesengsaraan batin tidak harus terjadi.
Mari belajar menemukan ketenangan dalam pengasuhan melalui kelas:
Parenting Without Misery:
Menemukan Ketenangan dalam Pengasuhan melalui Koneksi Abadi dengan Ar-Rahman
"Jangan biarkan hati menyempit, saat Tuhanmu Ar-Rahman yang rahmat-Nya meliputi segala sesuatu."
